Natural lifestyle café · Malang
A little space to slow down.
Kopi, makanan sederhana, dan ruang hijau yang tenang untuk bekerja, bertemu, dan memperlambat hari.
Berdiri sejak 2024 di Jl. Ijen Atas, Klojen, Malang.

Cerita kami
Bukan cafe untuk mencari keramaian.
Ranum dibangun dari gagasan sederhana: tidak semua orang datang ke cafe untuk mencari tempat yang ramai. Sebagian datang untuk menyelesaikan pekerjaan, membaca buku, bertemu seseorang, mengobrol panjang, atau sekadar duduk tanpa terburu-buru.
Karena itu, Ranum tidak memosisikan dirinya sebagai coffee shop yang mengejar keramaian, melainkan sebagai ruang ketiga yang nyaman di tengah kehidupan kota.
Experience adalah produk utamanya. Kopi tetap penting, tetapi bukan satu-satunya alasan orang datang.

Atmosfer
Tiga waktu, tiga suasana.
Ranum berubah sepanjang hari. Pagi untuk fokus, siang untuk bertemu, malam untuk melambat.
- 01
Pagi
Quiet & Fresh
Cahaya alami, musik pelan, aroma kopi. Cocok untuk bekerja dan menikmati pagi.
- 02
Siang
Social & Productive
Mulai lebih ramai dengan mahasiswa, freelancer, dan pelanggan yang bertemu teman.
- 03
Malam
Warm & Intimate
Lampu warm, taman lebih terasa. Cocok untuk dinner ringan, percakapan, dan quality time.

Signature
Ranum Aren Latte
Espresso dengan susu creamy dan gula aren yang ringan, dibuat untuk menjadi minuman sehari-hari. Bukan minuman gimmick. Positioning-nya sengaja sederhana karena Ranum ingin memiliki signature item yang repeatable, bukan menu viral yang hanya menarik sekali coba.
Mulai Rp28.000
Nilai brand
Empat prinsip yang kami pegang.
- 01
Slow
Tidak semua hal harus dilakukan cepat. Kami meracik kopi dengan perhatian, bukan dengan terburu-buru.
- 02
Simple
Kopi, makanan, ruang, dan percakapan tidak perlu dibuat rumit.
- 03
Local
Menggunakan sebanyak mungkin produk dan kolaborasi dari ekosistem lokal Malang.
- 04
Human
Pelayanan terasa personal dan tidak seperti restoran korporat.
Brand promise
Datang untuk secangkir kopi. Tinggal lebih lama.
Pelanggan ideal kami datang pukul 10 pagi untuk bekerja, memesan kopi kedua pukul 2 siang, kemudian masih duduk membaca buku sampai sore. Dwell time tinggi justru bagian dari pengalaman brand, bukan masalah.
Hari ini terasa sedikit lebih ringan.